Welcome to our online store

Sabtu, 28 Februari 2015

Adab-Adab Ketika Di Masjid


Masjid adalah rumah Allah yang berada di atas bumi. Memiliki kedudukan yang agung di mata kaum muslimin karena menjadi tempat bersatunya mereka ketika shalat berjamaah dan kegiatan beribadah lainnya. Umat Islam senantiasa akan mulia manakala kembali memakmurkan masjid seperti halnya generasi salaf dahulu.

Sebagai rumah dari rumah-rumah Allah Ta’ala yang mempunyai peranan vital, ada beberapa etika yang telah digariskan oleh Islam ketika berada di dalamnya. Antara lain :

1. Mengikhlaskan Niat Kepada Allah Ta’ala
Hendaknya seseorang yang ingin ke masjid mengikhlaskan niatnya sehingga Allah Ta’ala menerima ibadah yang ia lakukan di masjid. Hendaknya ia mendatangi masjid untuk menunaikan tugas seorang hamba yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala tanpa dilandasi rasa ingin dipuji manusia atau ingin dilihat oleh masyarakat. Karena sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dari niatnya.

2. Berpakaian Indah Ketika Hendak Menuju Masjid
Sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid” [1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “dalam ayat ini, Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai perhiasan. Oleh karena itu hendaklah mereka memakai pakaian yang paling bagus ketika shalat” [2].

Dan dijelaskan dalam kitab tafsir karangan Imam Ibnu Katsir rahimahullah, “berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya disunahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari raya. Termasuk perhiasan yaitu siwak dan parfum” [3].
3. Menghindari Makanan Tidak Sedap Baunya
Maksudnya adalah larangan bagi seseorang yang makan makanan yang tidak sedap baunya, seperti mengonsumsi makanan yang menyebabkan mulut berbau, seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, pete, dan termasuk juga merokok atau yang lainnya untuk menghadiri shalat jamaah, berdasarkan hadis,

Dari Jabir radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan semisalnya), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan bau tersebut, sebagaimana manusia”[4].

Juga hadis Jabir, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ ثَوْمًا أَوْبَصَلاً فًلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ قَالَ فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فيِ بَيْتِهِ

“Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah maka hendaklah menjauhi kita”, atau bersabda, “Maka hendaklah dia menjauhi masjid kami dan hendaklah dia duduk di rumahnya”[5].

Hadis tersebut bisa dibawa ke persamaan kepada segala sesuatu yang berbau tidak sedap yang bisa menganggu orang yang sedang shalat atau yang sedang beribadah lainnya. Namun jika seseorang sebelum ke masjid memakai sesuatu yang bisa mencegah bau yang tidak sedap tersebut dari dirinya seperti memakai pasta gigi dan lainnya, maka tidak ada larangan baginya setelah itu untuk menghadiri masjid.
4. Bersegera Menuju Rumah Allah Ta’ala
Bersegera menuju masjid merupakan salah satu ciri dari semangat seorang muslim untuk melakukan ibadah. Jika waktu shalat telah tiba, hendaklah kita bersegera menuju masjid karena di dalamnya terdapat ganjaran yang amat besar, berdasarkan hadis:

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shaf pertama, dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba”[6].

Jangan sampai kita menyepelekan dan menunda-nunda waktu untuk sesegera mungkin menuju masjid. Hendaknya selalu bersemangat dalam menghidupkan masjid dan mengisinya dengan amalan-amalan ibadah lainnya.
5. Berjalan Menuju Masjid Dengan Tenang dan Sopan
Hendaknya berjalan menuju shalat dengan khusyuk, tenang, dan tentram. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang umatnya berjalan menuju shalat secara tergesa-gesa walaupun shalat sudah didirikan. Abu Qatadah radhiallahu’anhu berkata, “Saat kami sedang shalat bersama NabiShallallahu’alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau mengingatkan,

مَا شَأْنُكُم؟ قَالُوْا: اِسْتَعْجَلْنَا إِلىَ الصَّلاَةِ. فَقَالَ: فَلاَ تَفْعَلُوْا, إِذَا أَتَيْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَعَلَيْكُمْ بِاالسَّكِيْنَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْا

“Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa menuju shalat.” Rasulullah menegur mereka, “Janganlah kalian lakukan hal itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat yang terlewat sempurnakanlah”[7]
6. Adab Bagi Wanita [8]
Tidak terlarang bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid. Namun rumah-rumah mereka lebih baik Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan:
  • Meminta izin kepada suami atau mahramnya
  • Tidak menimbulkan fitnah
  • Menutup aurat secara lengkap
  • Tidak berhias dan memakai parfum
Perbuatan kaum wanita yang memakai parfum hingga tercium baunya dapat menimbulkan fitnah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian keluiar menuju masjid, maka tidak akan diterima shalatnya sehingga ia mandi” [9]

Abu Musa radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً

“Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi lalu lewat di sebuah majelis (perkumpulan), maka dia adalah wanita yang begini, begini, yaitu seorang wanita pezina”[10].
7. Ketika Masuk Masjid Berdoa dan Mendahulukan Kaki Kanan
Hendaklah orang yang keluar dari rumahnya membaca doa,

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya dan upaya selain dari Allah semata”[11].

Kemudian ketika berjalan menuju masjid hendaklah berdoa,

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

“Yaa Allah… berilah cahaya di hatiku, di penglihatanku dan di pendengaranku, berilah cahaya di sisi kananku dan di sisi kiriku, berilah cahaya di atasku, di bawahku, di depanku dan di belakangku, Yaa Allah berilah aku cahaya”[12].
8. Shalat Tahiyatul Masjid
Di antara adab ketika memasuki masjid adalah melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk. Shalat ini diistilahkan para ulama dengan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk” [13]

Yang dimaksud dengan tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Tujuan ini sudah tercapai dengan shalat apa saja yang dikerjakan sebelum duduk. Oleh karena itu, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk. Merupakan suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadis ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’. Akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat dua rakaat sebelum duduk. Karenanya jika seorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat qabliah atau sunah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya. Syariat ini berlaku untuk laki-laki maupun wanita. Hanya saja para ulama mengecualikan darinya khatib jumat, di mana tidak ada satupun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam shalat tahiyatul masjid sebelum khutbah. Akan tetapi beliau datang dan langsung naik ke mimbar. Syariat ini juga berlaku untuk semua masjid, termasuk masjidil haram. Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang itu masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat, menurut sebagian pendapat kalangan ulama[14].
9. Mengagungkan Masjid
Bentuk pengagungan terhadap masjid berupa hendaknya seseorang tidak bersuara dengan suara yang tinggi, bermain-main, duduk dengan tidak sopan, atau meremehkan masjid. Hendaknya juga ia tidak duduk kecuali sudah dalam keadaan berwudhu untuk mengagungkan rumah Allah Ta’aladan syariat-syariat-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

“Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” [15].
10. Menuggu Ditegakkannya Shalat Dengan Berdoa Dan Berdzikir
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Setelah shalat dua rakaat hendaknya orang yang shalat untuk duduk menghadap kiblat dengan menyibukkan diri berdzikir kepada Allah, berdoa, membaca Alquran, atau diam dan janganlah ia membicarakan masalah duniawi belaka”[16].

Terdapat keutamaan yang besar bagi seorang yang duduk di masjid untuk menunggu shalat, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فيِ الصَّلاَةِ مَاكَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ واْلمَلاَئِكَةُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ أَحَدِكُمْ مَادَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلىَّ فِيْهِ يَقُوْلُوْنَ: اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ الّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ

“Apabila seseorang memasuki masjid, maka dia dihitung berada dalam shalat selama shalat tersebut yang menahannya (di dalam masjid), dan para malaikat berdoa kepada salah seorang di antara kalian selama dia berada pada tempat shalatnya, Mereka mengatakan, “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepadanya, ya Allah ampunilah dirinya selama dia tidak menyakiti orang lain dan tidak berhadats”[17].
11. Mengaitkan Hati Dengan Masjid [18]
Berusaha untuk selalu mengaitkan hati dengan masjid dengan berusaha mendatangi ke masjid sebelum shalat, menunggu shalat dengan berdzikir dan beribadah, dan tidak buru-buru beranjak. Dan keutamaan inilah yang akan dinaungi oleh Allah Ta’ala ketika nanti tiada naungan selain naungan-Nya. Sebagaimana dalam hadis, “Tujuh jenis orang yang Allah Ta’ala akan menaungi mereka pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya… dan laki-laki yang hatinya selalu terkait dengan masjid)”19
12. Anjuran Untuk Berpindah Tempat Ketika Merasa Ngantuk
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Jika salah seorang di antara kalian mengantuk, saat berada di masjid, maka hendaknya ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lain”[20].
13. Anjuran Membuat Pintu Khusus untuk Wanita [21]
Dianjurkan untuk membuat pintu khusus bagi wanita untuk menjaga agar mereka tidak bercampur baur dengan kaum pria. Karena akibat dari campur baurnya laki-laki dan perempuan amatlah besar. Dan keburukan seperti ini akan lebih berbahaya kalau dilakukan di rumah Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membimbing para shahabatnya dengan seraya bersabda, “Alangkah baiknya jika kita biarkan pintu ini untuk kaum wanita” [22].
14. Dibolehkan Untuk Tidur Di Masjid
Dibolehkan tidur di dalam masjid bagi orang yang membutuhkannya, semisal orang yang kemalaman atau yang tidak punya sanak famili dan lainnya. Dahulu para sahabat Ahli Suffah (orang yang tidak punya tempat tinggal), mereka tidur di dalam masjid[23].

AI-Hafidz Ibnu Hajar menegaskan bahwa bolehnya tidur di dalam masjid adalah pendapat jumhur ulama[24]. Dan dibolehkan juga tidur dengan terlentang. Berdasarkan riwayat:

Dari Abbad Bin Tamim dari pamannya bahwasanya dia melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidur terlentang di dalam masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain [25].

AI-Khattabi berkata, “Hadis ini menunjukkan bolehnya bersandar, tiduran dan segala bentuk istirahat di dalam masjid”[26].
15. Boleh Memakai Sandal Di Masjid
Berkata Imam At-Thahawi, “Telah datang atsar-atsar yang mutawatir tentang shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakai sandal di dalam masjid”[27].

Berdasarkan hadis dari Sa’id Bin Yazid, bahwasanya dia bertanya kepada Anas bin Malik, “Apakah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam shalat memakai kedua sandalnya?” Anas menjawab: “Ya”[28].

Imam Nawawi berkata, “Hadis ini menunjukkan bolehnya shalat memakai sandal selama tidak terkena najis”[29].
16. Boleh Makan Dan Minum Di Masjid
Makan dan minum di dalam masjid dibolehkan asal tidak mengotori masjidnya. Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Harits radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami makan daging bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam masjid”[30].
17. Boleh Membawa Anak Kecil Ke Masjid
Dari Abu Qotadah radhiallahu’anhu dia berkata, “Suatu ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar (untuk shalat-pent) dengan menggendong Umamah Binti Abil ‘Ash, kemudian beliau shalat. Apabila rukuk beliau menurunkannya, dan apabila bangkit beliau menggendongnya kembali”[31].

Imam Al-’Aini rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan bolehnya membawa anak kecil kedalam masjid”[32].
Adapun hadits yang berbunyi, “Jauhkanlah anak-anak kalian dari masjid,” adalah hadits yang dhaif (lemah), didaifkan oleh Ibnu Hajar, Ibnu Katsir, Ibnu Jauzi, AI-Mundziri, dan lainnya [33].
18. Menjaga dari Ucapan yang Jorok dan Tidak Layak di Masjid
Tempat yang suci tentu tidak pantas kecuali untuk ucapan-ucapan yang suci dan terpuji pula. Oleh karena itu, tidak boleh bertengkar, berteriak-teriak, melantunkan syair yang tidak baik di masjid, dan yang semisalnya. Demikian pula dilarang berjual beli di dalam masjid dan mengumumkan barang yang hilang. Nabi  bersabda (yang artinya), “Apabila kamu melihat orang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberi keberuntungan dalam jual belimu!’ Dan apabila kamu melihat ada orang yang mengeraskan suara di dalam masjid untuk mencari barang yang hilang, katakanlah, ‘Semoga Allah  tidak mengembalikannya kepadamu’. 34
19. Dilarang bermain-main di masjid selain permainan yang mengandung bentuk melatih ketangkasan dalam perang. [35]
Hal ini sebagaimana dahulu orang-orang Habasyah bermain perang-perangan di masjid dan tidak dilarang oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam [36].
20. Tidak Menjadikan Masjid Sebagai Tempat Lalu Lalang [37]
Tidak sepatutnya seorang muslim berlalu di dalam masjid untuk suatu kepentingan tanpa mengerjakan shalat dua rakaat. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, ”Di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah seorang melewati masjid namun tidak mengerjakan shalat dua rakaat di dalamnya dan seseorang tidak memberikan salam kecuali kepada orang yang dikenalnya)”[38].
21. Tidak menghias masjid secara berlebihan
Di antara kesalahan yang terjadi di masjid adalah menghiasi masjid dan memahatnya secara berlebihan, berdasarkan hadis RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam:

إِذَا زَوَّقْتُمْ مَسَاجِدَكُمْ وَحَلَّيْتُمْ مَصَاحِفَكُمْ فَالدَّمَارُ عَلَيْكُمْ

“Apabila kalian telah memperindah masjid kalian dan menghiasi mushaf-mushafmu maka kehancuran telah menimpa kalian”[39]. Dalam riwayat lain disebutkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهىَ النَّاسُ فِي اْلمَسَاجِدِ

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai manusia berlomba-lomba di dalam (memperindah) masjid” [40]

Dilarang berlebih-lebihan dalam menghias masjid karena hal itu menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Apabila kalian telah menghiasi mushaf-mushaf kalian dan menghiasi masjid-masjid kalian, maka kehancuran akan menimpa kalian”[41]. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda, “Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah manusia berbangga-bangga dengan masjid”[42].
22. Tidak Mengambil Tempat Khusus Di Masjid
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam melarang seorang shalat seperti gagak mematuk, dan melarang duduk seperti duduknya binatang buas, dan mengambil tempat di masjid seperti unta mengambil tempat duduk [43]. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “hikmahnya adalah karena hal tersebut bisa mendorong kepada sifat pamer, riya, dan sumah, serta mengikat diri dengan adat dan ambisi. Demikian itu merupakan musibah. Maka dari itu, seorang hamba harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjerumus ke dalamnya” [44].
23. Larangan Keluar Setelah Adzan Kecuali Ada Alasan
Jika kita berada di dalam masjid dan azan sudah dikumandangkan, maka tidak boleh keluar dari masjid sampai selesai dtunaikannya shalat wajib, kecuali jika ada uzur. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam sebuah riwayat dari Abu as Sya’tsaa radhiallahu’anhu, beliau berkata,

كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah dalam sebuah masjid. Kemudian muazin mengumandangkan azan. Lalu ada seorang laki-laki yang berdiri kemudian keluar masjid. Abu Hurairah melihat hal tersebut kemudian beliau berkata, “Perbuatan orang tersebut termasuk bermaksiat terhadap Abul Qasim (Nabi Muhammad) Shallallahu’alaihi Wasallam” [45].
24. Larangan Mencari Barang Yang Hilang Di Masjid Dan Mengumumkannya
Apabila didapati seseorang mengumumkan kehilangan di masjid, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu”. Sebagaimana sabda Rasululllah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Barangsiapa mendengar seseorang mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid-masjid tidak dibangun untuk ini”[46].
25. Larangan Jual Beli di Masjid
Jika jual beli dilakukan di masjid, maka niscaya fungsi masjid akan berubah menjadi pasar dan tempat jual beli sehingga jatuhlah kehormatan masjid dengan sebab itu. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!”[47].

Imam As-Shan’ani berkata, “Hadis ini menunjukkan haramnya jual beli di dalam masjid, dan wajib bagi orang yang melihatnya untuk berkata kepada penjual dan pembeli semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu! Sebagai peringatan kepadanya”[48].
26. Larangan Mengganggu Orang Yang Beribadah Di Masjid
Orang yang sedang menjalankan ibadah di dalam masjid membutuhkan ketenangan sehingga dilarang mengganggu kekhusyukan mereka, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Di antara kesalahan yang sering terjadi, membaca ayat secara nyaring di masjid sehingga mengganggu shalat dan bacaan orang lain [49].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Alquran. Atau beliau berkata, “Dalam shalat” [50].
27. Larangan Berteriak Dan Membuat Gaduh di Masjid
Sebab, masjid dibangun bukan untuk ini. Demikian pula mengganggu dengan obrolan yang keras. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Rabbnya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain”[51].

Apabila mengeraskan bacaan Alquran saja dilarang jika memang mengganggu orang lain yang sedang melakukan ibadah, lantas bagaimana kiranya jika mengganggu dengan suara-suara gaduh yang tidak bermanfaat?! Sungguh, di antara fenomena yang menyedihkan, sebagian orang—terutama anak-anak muda—tidak merasa salah membuat kegaduhan di masjid saat shalat berjamaah sedang berlangsung. Mereka asyik dengan obrolan yang tiada manfaatnya. Terkadang mereka sengaja menunggu imam rukuk, lalu lari tergopoh-gopoh dengan suara gaduh untuk mendapatkan rukuk bersama imam. Untuk yang seperti ini kita masih meragukan sahnya rakaat shalat tersebut karena mereka tidak membaca Al-Fatihah dalam keadaan sebenarnya mereka mampu.

Tetapi, mereka meninggalkannya dan justru mengganggu saudara-saudaranya yang sedang shalat. Hal ini berbeda dengan kondisi sahabat Abu Bakrah radhiallahu’anhu yang ketika datang untuk shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam didapatkannya beliau Shallallahu’alaihi Wasallam sedang rukuk lalu ia ikut rukuk bersamanya dan itu dianggap rakaat shalat yang sah.
28. Larangan Lewat di Dalam Masjid Dengan Membawa Senjata Tajam
Janganlah seseorang lewat masjid dengan membawa senjata tajam, seperti pisau, pedang, dan sebagainya ketika melewati masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu seorang muslim bahkan bisa melukai seorang muslim. Terkecuali jika ia menutup mata pedang dengan tangannya atau dengan sesuatu.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian lewat di dalam masjid atau pasar kami dengan membawa lembing, maka hendaklah ia memegang mata lembing itu dengan tangannya sehingga ia tidak melukai orang muslim”[52].
29. Larangan Lewat di Depan Orang Shalat
Harap diperhatikan ketika kita berjalan di dalam masjid, jangan sampai melewati di depan orang yang sedang shalat. Hendaklah orang yang lewat di depan orang yang shalat takut akan dosa yang diperbuatnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

“Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat”[53].

Yang terlarang adalah lewat di depan orang yang shalat sendirian atau di depan imam. Adapun jika lewat di depan makmum maka tidak mengapa. Hal ini didasari oleh perbuatan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu ketika beliau menginjak usia balig. Beliau pernah lewat di sela-sela shaf jamaah yang diimami oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan menunggangi keledai betina, lalu turun melepaskan keledainya baru kemudian beliau bergabung dalam shaf. Dan tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatan tersebut. Namun demikian, sebaiknya memilih jalan lain agar tidak lewat di depan shaf makmum[54].
30. Larangan melingkar di dalam masjid untuk berkumpul untuk kepentingan dunia
Terdapat larangan melingkar di dalam masjid (untuk berkumpul) demi kepentingan dunia semata. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

يَأْتِ عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ يَحْلِقُوْنَ فيِ مَسَاجِدِهِمْ وَلَيْسَ هُمُوْمُهُمْ إِلاَّ الدُّنْيَا وَلَيْسَ ِللهِ فِيْهِمْ حَاجَةٌ فَلاَ تُجَاِلسُوْهُمْ

“Akan datang suatu masa kepada sekelompok orang, di mana mereka melingkar di dalam masjid untuk berkumpul dan mereka tidak mempunyai kepentingan kecuali dunia dan tidak ada bagi kepentingan apapun pada mereka maka janganlah duduk bersama mereka” [55].
31. Larangan Keras Meludah Di Masjid
Masjid sebagai tempat yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala di muka bumi ini harus kita jaga kebersihannya. Oleh karena itu, dilarang meludah dan mengeluarkan dahak lalu membuangnya di dalam masjid, kecuali meludah di sapu tangan atau pakaiannya. Adapun di lantai masjid atau temboknya, hal ini dilarang. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيْئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا

“Meludah di masjid adalah suatu dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut”[56].

Yang dimaksud menimbun ludah di sini adalah apabila lantai masjid itu dari tanah, pasir, atau semisalnya. Adapun jika lantai masjid itu berupa semen atau kapur, maka ia meludah di kainnya, tangannya, atau yang lain [57].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian meludah ke arah kiblat, akan tetapi hendaknyaa ke arah kirinya atau ke bawah kakinya”[58].
32. Keluar Masjid Dengan Mendahulukan Kaki Kiri Dan Membaca Doa
Apabila keluar masjid, hendaklah kita mendahulukan kaki kiri seraya berdoa. Dari Abu Humaid radhiallahu’anhu atau dari Abu Usaidradhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaknya dia membaca, “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar, hendaknya dia mengucapkan, “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu)”[59].

Demikianlah akhir yang Allah Ta’ala mudahkan kepada kami untuk menulis tentang adab-adab di masjid. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang saleh dan selalu istiqamah di jalan-Nya. Amiin.
Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.


Catatan Kaki[1] QS. AI-A’raf: 31.
[2] Al-Ikhtiyarot al-fiqhiyyah karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 4/24
[3] Tafsir Qur’an Adzhim karangan Imam Ibnu Katsir ( 2/195)
[4] HR. Bukhari no. 854 dan Muslim no. 1 564
[5] HR Bukhari dan Muslim dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil no.547
[6] HR. Bukhari no 615
[7] HR Bukhari no 635 dan Muslim no 437
[8] Sebagian dari artikel “Adab Shalat Berjamaah Di Masjid” dalam Muslim.or.id
[9] HR.Ibnu Majah no 4002 dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam shahih Ibni Majah no. 3233
[10] HR. Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 2019
[11] HR. Tirmidzi no. 3426 dan Abu Dawud no. 5095. Dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2375 dan Syeikh Al-Albani dalam Al-Misykah no. 2443
[12] HR. Bukhari no. 6316 dan Muslim no. 763.
[13] HR. Bukhari no.537 dan Muslim no. 714
[14] “Adab ketika di masjid” oleh Bustomi,MA. dan “Adab Shalat Berjamaah Di Masjid” dalam Muslim.or.id
[15] QS. Al-Hajj 32
[16] AI-Mughni karangan Ibnu Qudamah رحمه االه jilid 2 halaman 119
[17] HR Bukhari no 176 Muslim no 649
[18] Al-Mausuuatul Aadaab Al-Islamiyyah Abdul Aziz Bin Fathi As-Sayyid Nada hal 352-359
[19] HR Bukhari dan Muslim dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam kitab shahih targhib wattarhib no.326
[20] HR Abu Dawud no 1119 dari Ibnu ‘Umar dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud no.990
[21] Al-Mausuuatul Aadaab Al-Islamiyyah Abdul Aziz Bin Fathi As-Sayyid Nada hal 352-359
[22] HR Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam shahih Abi Dawud no.439
[23] HR Bukhari no442
[24] Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhari Jilid 1 halaman 694
[25] HR Bukhari no 475 dan Muslim no2100
[26] Fathul Ban Syarah Shohih al-Bukhari Jilid 1 halaman 729
[27] Musykilul Atsar jilid I halaman 294
[28] HR Bukhari no 386 dan Muslim no555
[29] Syarah Shahih Muslim karya Imam an-Nawawi jilid 5 halaman 207
[30] HR Ibnu Majah no 3311 dan dinilai shahih oleh Syeikh AI-Albani dalam Mukhtasor Syamail Muhammadiyyah no.139
[31] HR Bukhari no 5996 dan Muslim no.543
[32] ‘Umdatul Qori jilid 2 halaman 501 dan Ats-Tsamar al-Mustathob jilid 2 halaman 761
[33] Ats-Tsamar al-Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab karya Syeikh Al-Albani jilid 2 halaman 585
[34] Shahih Sunan at-Tirmidzi jilid 2 halaman 63—64 no1321
[35] “Adab Ketika Di Masjid” oleh Bustomi, MA.
[36] HR. al-Bukhari no 454
[37] Al-Mausuuatul Aadaab Al-Islamiyyah Abdul Aziz Bin Fathi As-Sayyid Nada hal 352-359
[38] HR. Ath-Thabrani dalam al-Kaabir jilid IX halaman 9489 dari IbnuMas’ud dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami, no.5896
[39] Dinilai hasan oleh Syeikh al-Albani dalam kitab Sisilatus Shahihah jilid 3 halaman 135
[40] HR Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami no 5895
[41] HR Al-Hakim dan at-Tirmidzi dalam an-Nawadzir dari Abu Darda’  sebgaimana terdapat dalam kitab Shahih al- Jami no585
[42] HR An-Nasa-I dalam kitab sunan-nya jilid II halaman 32, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Abu Ya’la, dan al-Baihaqi dalam al-Kubra dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu
[43] HR Abu Dawud no 862 dan al-Hakim (I/229) dan disetujui oleh adz-Dzahabi dari ‘Abdurrahman bin Syibl rahiallahu’anhu
[44] Kanzul ‘Ummal jilid VII halaman 458
[45] HR. Muslim no 655 dan dinilai shahih oleh Syeikh al-Albani dalam kitab shahih Ibni Maajah no599
[46] HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam at-Ta’liqot al-Hisan ‘ala Shahih Ibni Hibban, no.1649
[47] HR Tirmidzi no 1321, Hakim jilid 2 halaman 56, dan beliau berkata: Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disetujuhi oleh Imam Adz-Zahabi Dan Syeikh Al-Albani menilai shahih dalam Al-Irwa 1295
[48] Subulus Salam jilid 1 halaman 321 Lihat pula An-Nail al-Author jilid 1 halaman 455 dan Ats-Tsamar al-Mustathob jliid 2 halaman 696
[49] al-Adzkar Imam an-Nawawi halaman 120
[50] HR Abu Daud no 1332 dan Ahmad no 430 dan dinilai shahih oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Nata-ijul Afkar jilid 2 halaman 16
[51] HR Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihal-Jami’
[52] HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam shahih wa dho’if al-jami ashshoghirno.798
[53] HR Bukhari no 510 dan Muslim no1132
[54] HR Bukhari no 76 dan Muslim no504
[55] HR al-Hakim jilid 4 halaman 359 dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani
[56] Shahih al-Bukhari no40
[57] Lihat kitab Riyadhus Shalihin dalam bab “an-Nahyu ‘anil Bushaqfil Masjid”


Referensi
  1. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, Imam Ibnu Katsir
  2. Kitab-Kitab Karangan Syaikh Nashiruddin Al-Albani Seperti Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah, Irwaul Gholil, Shohih Targhib Wat Tarhib
  3. Fathul Baari Fi Syarhi Shohi Al-Bukhari Karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaani
  4. Syarah Shahih Muslim Karya Imam Nawawi
  5. Al-Mausuuatul Aadaab Al-Islamiyyah Abdul Aziz Bin Fathi As-Sayyid Nada
  6. Ahkaam Al-Masaajid Fi Syari’ah Al-Islamiyyah, Ibrahim Bin Sholih Al-Hudhoiri
  7. Al-muslim wal masjid karya Ahmad Muslim Da’dus
  8. Al Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziiz karya Syaikh Dr. ‘Abdul ‘Adzim Badawi 
  9. “Adab shalat berjamaah di masjid” situs muslim.or.id
  10. “Adab ketika di masjid” oleh Hepi Andi Bustoni, MA
  11. Hisnul Muslim min Adzkari Al-Kitabi was Sunnah, Syeikh Sa’id bin Ali Wahf Al-Qohthoni



Penulis: Afwan Awwab
Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember

Murajaah: Ust. Suhuf Subhan, M.Pd.I

Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Adab Berpakaian Lelaki Muslim



Bismillaah..

Pakaian merupakan nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, supaya mereka menutup aurat mereka dengannya. Kemudian, Allah menambahkan kenikmatan tersebut dengan menganugerahkan ‘riyaasy’ (pakaian indah) sebagai perhiasan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.” (QS. al-A’raf : 26).

Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperhatikan ada-adab yang berkaitan dengan pakaian, diantaranya :

Wajib menutup aurat
Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat di atas, “Allah telah memberikan kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya berupa pakaian dan raisy (pakaian indah). Pakaian digunakan untuk menutup aurat, dimana hal ini merupakan perkara yang wajib; sedangkan raisy digunakan untuk perhiasan, dimana hal ini merupakan penyempurna dan tambahan.” (Tafsirul Quranil ‘Adziim).

Menutup aurat merupakan adab mulia yang diperintahkan dalam agama islam. Bahkan, seseorang dilarang melihat aurat orang lain, karena hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan, dimana syariat menutup semua celah terjadinya kerusakan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya. ….” (HR. Muslim, 338) Jumhur ulama mengatakan bahwa aurat laki-laki ialah dari lutut hingga pusar.
Mengenakan pakaian sederhana
Hendaknya seorang muslim meninggalkan pakaian mewah dan mahal. Hal ini dapat menjauhkannya dari sifat sombong, dan menjadikannya dekat dengan orang-orang sederhana dan miskin. Selain itu, Allah akan menjauhkannya dari sifat suka berfoya-foya, serta perasaan iri dan dengki dari sesama muslim. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa meninggalkan suatu pakaian dengan niat tawadhu’ karena Allah, sementara ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad, dan Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahaadist ash-Shahiihah : 718)

Memulai dari sebelah kanan
Ummul mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bagian kanan daripada bagian yang kiri ketika mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusannya (yang mulia).” (Muttafaqun ‘alaih)

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Kaidah dalam syariat bahwasanya disunnahkan memulai dengan kanan dalam semua urusan yang berkaitan dengan kemuliaan dan keindahan. ” (Syarh Muslim : 1/3/160)
Memakai pakaian Putih
Pakaian berwarna putih lebih baik dari pakaian berwarna lain, walaupun itu tidak terlarang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian berwana putih lebih suci dan lebih baik. Kafankanlah jenazah kalian dengan kain putih” (HR. Ahmad, an-Nasaa’i, dan selain keduanya, lihat Shahiihul Jaami’ : 1235)
Tidak mengenakan pakaian syuhrah (sensasional)
Dikatakan pakaian syuhrah karena pakaian tersebut membuat pemakainya menjadi pusat perhatian, baik karena jenis pakaian tersebut sangat mewah, atau sangat berbeda dengan kebanyakan orang, atau pakaian tersebut sudah sangat lusuh dan compang-camping, atau pakaian tertentu yang dipakai agar menjadi terkenal.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memakai pakaian syuhrah, maka Allah akan memakaikan pakaian yang serupa pada hari kiamat nanti. Kemudian, dalam pakaian tersebut akan dinyalakan api Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahiihul Jaami’ : 6526)

Tidak memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki (isbal)
Hadis-hadis yang melarang isbal (bagi laki-laki) sangat banyak, bahkan mencapai batas hadis mutawatir maknawi. Hadits-hadits dalam masalah ini diriwayatkan dari banyak shahabat, seperti : Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Huraira, Anas, Abu Dzar, dan selain mereka radiyallahu ‘anhum ajma’iin.

Diantara hadis-hadis tersebut ialah
Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Kain sarung yang terjulur di bawah mata kaki tempatnya ialah di neraka.” (HR. Bukhari : 5787)
Beliau juga bersabda, “Tiga macam orang yang pada hari kiamat nanti Allah tidak akan mengajak bicara, tidak melihat mereka, tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) musbil (orang yang isbal), mannaan (orang yang mengungkit-ungkit pemberian), dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh al-Albaaniy)

Oleh karena itu, pengharaman isbal secara umum bagi laki-laki merupakan perkara yang disepakati oleh para ulama.
Isbal dan kesombongan
Isbal merupakan dosa besar jika disertai dengan kesombongan. Isbal juga tetap diharamkan, menurut pendapat yang paling kuat, walaupun tanpa disertai kesombongan, karena isbal itu sendiri merupakan kesombongan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah kamu dari isbal, karena sesungguhnya isbal merupakan kesombongan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, lihat Shahiih Abi Dawud : 3442)
Dimanakah sebaiknya ujung sarung / celana?
Dalam hal ini, terdapat tiga keadaan dimana semua keadaan tersebut merupakan sunnah dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
  • Tepat di tengah betis. ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sarung Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ialah sampai di tengah betis beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi). Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Sarung seorang mukmin ialah sampai di tengah betis.” (HR. Muslim)
  • Sedikit di atas tengah betis. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sarung seorang mukmin ialah sampai sedikit di atas tengah betis, kemudian sampai tengah betis, kemudian sampai dua mata kaki. Maka barangsiapa di bawah kedua mata kaki, maka dia di Neraka.” (HR. Ahmad dan Abu ‘Awwaanah)
  • Di antara tengah betis, hingga mata kaki. Batasan ini bisa diambil dari hadis di atas.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci dalam masalah ini, silahkan meruju’ ke kitab Hadduts Tsaub wal Uzroh, wa Tahriimul Isbaal wa Libaasu Syuhrah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah.
Tidak memakai emas dan pakaian sutra
Emas dan pakaian sutra haram dipakai oleh kaum laki-laki, tetapi boleh bagi kaum wanita. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Emas dan sutra dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku, dan diharamkan bagi kaum laki-laki.” (HR. Ahmad dan Nasaa’i, lihat Shahiihul Jaami’ : 209)
Tidak menyerupai pakaian orang kafir
Diantara sikap yang seharusnya dimiliki seorang muslim ialah berusaha menyelisihi setiap urusan orang-orang Yahudi, Nashrani, dan orang-orang Musyrik (hindu, budha, dan selainnya). Penyelisihan ini mencakup juga penyelisihan dalam hal berpakaian.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Syakh al-Albani mengatakan, “hasan shahiih”)
Tidak menyerupai wanita
Disadari atau tidak, perkara ini telah tersebar di zaman sekarang ini. Kita banyak mendapatkan sebagian pemuda yang menyerupai kaum wanita dalam berpakaian, berhias, dan memilih warna. Padahal, perkara itu merupakan perkara yang dilaknat oleh Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari 5885)

Beliau juga bersabda, “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, lihat Shahiihul Jaami’ : 5095).

Bersyukur dan mengamalkan doa-doa yang berkaitan dengannya
Segala kenikmatan yang diperoleh oleh seseorang merupakan karunia dari Allah Ta’ala semata. Demikian juga dengan pakaian, dimana hal tersebut merupakan kenikmatan yang sangat agung, juga merupakan karunia dari Allah Ta’ala. Dia Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. … ” (QS. al-A’raf : 26)

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersyukur atas itu semua, baik dengan hati, lisan, dan anggota badan kita.

Di sisi lain, sebagai bentuk kasih sayang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, beliau telah mengajarkan doa-doa khusus yang berkaitan dengan pakaian, mulai dari doa ketika kita memakai pakaian baru, doa kepada orang yang memakai pakaian baru, dan doa-doa lainnya. Maka, hendaknya seorang muslim bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan doa-doa tersebut. Silahkan meruju’ ke kitab-kitab doa untuk melihat secara rinci tentang hal ini, misal kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa’id bin Wahf al-Qahthaaniy hafidzahullaah.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepada kita sebagai rezeki dari-Nya, tanpa daya dan kekuatan dari kita.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, shahabat, dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka hingga hari kiamat nanti.

Maraji’ Utama :
  1. Kitaabul Aadaab, karya Fuad bin Abdul ‘Aziiz Syalhub rahimahullah
  2. Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyah (edisi terjemahan), karya ‘Abdul ‘Aziiz bin Fathi rahimahullah
  3. Hadduts Tsaub wal Uzroh, wa Tahriimul Isbaal wa Libaasu Syuhrah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah


Penulis : Prasetyo (Mahasiswa STDI Imam Syafi’i Jember)
Alumni S1 Ilmu Komputer UGM, alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, mahasiswa S1 STDI Imam Syafi'i Jember
Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Beberapa Adab Berdakwah Di Jejaring Sosial



Bismilllah,

Memberi faidah ilmu atau nasehat singkat baik melalui SMS atau status di jejaring sosial seperti facebook adalah amal mulia, salah satu bentuk taqarrub ilallah yang berpahala -insya Allah-. Namun ada yang perlu diperhatikan terkait dengan perbuatan ini, diantaranya adalah beberapa hal berikut:

1. Niat. Ini penting. Bahkan lebih penting dari amal shaleh itu sendiri. Yahya bin Abi Katsir berkata, “Pelajarilah tentang niat, karena ia lebih penting dari amal.” (Jami Al Ulum wal Hikam, hal 18). Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas; ber-mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya, pamer, ingin dipuji, atau dapat jempol banyak dan lain-lain. Mengapa harus ber-mujahadah? Karena mengikhlaskan niat itu tidak mudah. Sufyan Atsauri berkata, “Tidak ada sesuatu yang paling sulit aku hadapi selain niatku, karena ia senantiasa berbolak-balik.” (Idem). Jangan sampai, niat mulia menebar ilmu berubah menjadi pamer ilmu. Nas`lullahal ‘afwa wal ‘aafiyah.
2. Memastikan bahwa pesan, ilmu atau nasehat itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah; terdapat dalil yang mendukungnya dari Al Qur’an, Sunnah dan perkataan para sahabat. Standar ilmiah bisa dirangkum dengan ungkapan: “shahih secara riwayat dan benar secara istinbath“. Terkadang, seseorang menukil dalil dari Al Qur’an atau hadis, tapi cara pendalilannya, tafsirnya, atau pemahamannya tidak sesuai dengan kaidah-kaidah syar’i. Oleh karena itu, ini juga harus diwaspadai. Akan lebih selamat jika kita memakai pendalilan atau tafsir paraulama yang kredibel dalam memahami dalil-dalil syar’i.
3. Menjaga amanah ilmiah. Hendaknya selalu berusaha mencantumkan sumber dari mana ilmu atau faidah itu kita dapatkan. Hal ini agar kita tidak termasuk orang-orang yang mendapat ancaman hadits, “Orang yang mengaku-ngaku memiliki (al mutasybbi’) dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, maka ia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (HR Bukhari Muslim).

4. Hendaknya tidak menuliskan sesuatu yang bersinggungan dengan syubhat dan masalah ilmiah yang memiliki tingkat kesulitan diluar kapasitas kita. Sehingga kemudian tidak memunculkan debat kusir yang tidak bermanfaat.
5. Menjaga akhlak mulia. Walaupun dalam bentuk tulisan, hendaknya tetap memperhatikan sopan santun dan etika; tidak mengandung celaan, kata-kata kasar dan bermuatan menjatuhkan kehormatan orang lain.

6. Mempertimbangkan maslahat dan mafsadat serta tepat sasaran.
7. Tidak mudah berfatwa, karena fatwa memiliki kehormatan yang tidak boleh dilakukan sembarang orang. Sehingga dikatakan, “Orang yang paling berani berfatwa, adalah orang yang paling sedikit ilmunya”.

Wallahu ‘alam wa shallallahu wa sallam ‘ala nabiyyinaa Muhammad



Penulis: Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc.

Alumni Pondok Pesantren Darussalam Subang, S1 Universitas Al Azhar Mesir, da'i di Maktab Dakwah Jaliyat Bathah Riyadh KSA

Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Menuntut Ilmu, Pelajari Adab Dulu



Ilmu dan adab tidaklah dapat dipisahkan, seorang penuntut ilmu harus beradab ketika menerima ilmu dari gurunya, beradab terhadap gurunya, beradab dengan teman-temannya, bahkan beradab terhadap buku yang dia pelajari.

Ibunya Imam malik rahimahumallah, sangat memahami, ketika berkata kepada anaknya yang masih kecil, Imam Malik kecil ketika akan mendatangi gurunya, ulama Madinah saat itu, Rabiah Ar-ra’yi rahimahullah.

Sang Ibu tidak berkata kepada anaknya, belajarlah ilmu banyak-banyak sehingga engkau menjadi ulama. Dengarkan apa yang dikatakan sang ibunda kepada anaknya, “Ambillah adabnya, sebelum engkau mengambil ilmu darinya“.

Adab didahulukan dari ilmu, karena dengan beradab kita meraih ilmu. Hasilnya, tidak tanggung-tanggung…. Imam Malik, siapakah yang tidak tau tentangnya ? Ternyata apa yang dilakukan oleh Ibundanya Imam Malik adalah praktek dari firman Allah taala ketika ingin mengajari Nabi Musaalaihissalam.

Di dalam surat Thaha ayat 11 sampai 14 sangat jelas tentang hal itu, sebelum Allah taala mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam bahwa Dia Allah yang Tiada Ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Dia.
Allah taala berfirman kepadanya,

فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

“Lepaskan kedua alas kakimu, sesungguhnya engkau sedang berada di lembah suci Tuwa” (QS. Thaha 12).

Sebelum menerima wahyu, Allah taala mengingatkan Nabi Musa alaihissalam akan sebuah adab, melepas alas kaki di lembah suci Thuwa. Inilah adab sebelum menerima ilmu…

Setelah kita mengetahui cerita Nabi Musa alaihissalam, dan juga kisah Imam Malik dan ibunya, sedikit saya ceritakan kisah saya sendiri. Suatu hari saya memasuki masjid Nabawi, tiba-tiba ada yang menegur saya, “Tangan kanan!“. Ada apa dengan tangan kananku, atau ada yang salah dengan tangan kiriku ?

Akupun sadar kalau ditangan kananku ada sepasang sandal, ditangan kiri ada kitab dan mushaf Al-Quran…
Oh… aku sadar, kalau bapak itu sedang mengajari aku sebuah adab.

Dan itu terjadi berulang kali, mungkin karena lupa atau karena kebiasan yang perlu waktu untuk proses perubahan. Setiap kali saya melewati pintu itu, dan saya melihat kepadanya, saya langsung melihat tangan kanan dan kiri saya. Apakah sudah benar tangan saya beradab dengan Mushaf Al-Quran dan kitab ilmu?

Terima kasih guruku, engkau telah mengajari aku adab yang aku lupa darinya.



Penulis: Ustadz Muhammad Sanusin, Lc.
Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di STDI Imam Syafi'i Jember

Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Adab Ketika Mendengar Khutbah Jumat




Bagaimanakah adab ketika mendengar khutbah Jumat?

Saat khutbah jumat sedang berlangsung, seorang dilarang menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa memalingkan konsentrasinya dari menyimak khutbah. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika kamu berkata kepada temanmu, “Diamlah” sementara imam sedang berkhutbah di hari jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Seruan dia kepada kawannya supaya diam di saat imam sedang khutbah merupakan bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Namun karena dilakukan pada saat yang tidak tepat, perbuatan tersebut menjadi tidak berpahala. Bahkan justru berdampak buruk bagi pelakunya. Karena jelas di akhir hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” فقد لغوت”, artinya: “sungguh kamu telah berbuat sia-sia.” Terlebih pembicaraan yang hukum asalnya mubah. Tentu lebih terlarang lagi.

Maksud sabda Nabi shallallahu’alaihiwasallam: فقد لغوت

(-faqod laghouta- artinya: “..sungguh ia telah berbuat sia-sia.”) dalam hadis di atas adalah, ia terluputkan dari pahala shalat jumat. Dalam riwayat Tirmidzi terdapat kalimat tambahan:

ومن لغا فلا جمعة له

“…barangsiapa berbuat sia-sia, maka tidak ada pahala shalat jumat untuknya.” (Imam Tirmidzi berkata: hadis ini hasan shahih. Para ulama hadis lainnya menilai hadis ini dha’if, hanya saja maknanya benar).

Dalam riwayat lain disebutkan,

ومن لغا وتخطَّى رقاب الناس، كانت له ظهرًا

“Dan barangsiapa yang berbuat sia-sia dan melangkahi pundak-pundak manusia, maka Jum’atannya itu hanya bernilai salat Zhuhur.” (HR. Abu Dawud, no. 347. Dihasankan oleh Al-albani dalam Shahih Abi Dawud

Hal ini bukan berarti shalat jumatnya batal. Shalatnya tetap sah, hanya saja ia terluput dari pahala shalat jumat. Dan cukuplah ini kerugian yang besar bagi seorang mukmin.

Ada pengecualian di sini, yaitu dibolehkan bagi khatib untuk berinteraksi dengan jama’ah, bila memang diperlukan. Begitu pula sebaliknya; seorang jamaah boleh berinteraksi dengan Sang Khatib. Namun ini sebatas kebutuhan saja. Artinya jangan sampai menyebabkan konsentrasi jamaah yang lain terganggu.

Seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau sedang khutbah, salah seorang sahabat masuk ke masjidkemudian langsung duduk. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dia supaya berdiri untuk shalat tahiyyatul masjid. (Lihat Shahih Al-bukhari, hadis no. 931)

Dalam kesempatan yang lain, ketika Madinah sedang ditimpa paceklik, salah seorang sahabat meminta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya mendoakan turun hujan. Saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang khutbah jumat. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangan beliau, sejajar dengan wajah beliau serambi berdoa,

اللَّهُمَّ اسْقِنَا

(Allahummas Qinaa) “Ya Alllah, turunkan hujan kepada kami.”

Hujan pun turun ketika itu juga sampai hari jumat yang berikutnya. (Lihat Sunan An-Nasa’i, hadis no. 1515)

Diperbolehkan pula bagi makmum untuk melakukan hal-hal yang ada kaitannya dengan khutbah. Seperti mengamini doa khatib dan bershalalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Adapun hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan khutbah: seperti mencatat faidah-faidah khutbah, menjawab salam (red. menjawabnya cukup dengan isyarat), men-tasymit orang yang bersin (mengucapkan yarhamukallah saat saudaranya mengucapkan alhamdulillah ketika bersin, ed) dll, maka tidak diperbolehkan.

Ada hadis lain yang menjelaskan tentang adab ketika khatib sedang khutbah Jumat, berikut ini hadisnya:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمْعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ, غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمْعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ, وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَى

“Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian dia mendatangi shalat Jum’at, dia mendengarkan khutbah dan diam, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jum’at ini dengan Jum’at yang akan datang, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang bermain kerikil, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (HR. Muslim)

Hadis kedua ini menjelaskan tentang larangan yang berkaitan dengan perbuatan. Adapun hadits pertama tadi menjelaskan tentang larangan yang berkaitan dengan ucapan.

Kesimpulannya adalah, saat khatib sedang berkhutbah, seorang makmum tidak boleh menyibukkan diri dengan hal-hal yang bisa membuyarkan kosentrasinya dari mendengarkan khutbah Jumat. Baik hal tersebut berkaitan dengan ucapan maupun perbuatan.

Bagaimana dengan orang yang bermain handphone ketika khutbah jumat?
Jawabannya adalah bermain handphone di saat khatib sedang berkhutbah juga tidak boleh. Hukumnya sama dengan orang yang bermain kerikil yang disinggung dalam hadis di atas. Jadi seorang yang sibuk bermain handphone ketika khatib sedang khutbah, ia juga terluputkan dari kesempurnaan pahala shalat jum’at.
Bagaimana bila seorang ingin merekam khutbah jum’at dengan handphone-nya?
Jawabannya adalah tetap terlarang bila dilakukan saat khatib sedang berkhutbah. Bila ia hendak merekam khutbah, sebaiknya dipersiapkan sebelum khatib memulai khutbah. Seperti saat khatib sedang naik mimbar atau sejak sebelumnya. Yang terpenting selama khatib belum memulai khotbah, maka dibolehkan bagi Anda untuk mengobrol atau mempersiapkan handphone Anda untuk merekam dst. Karena konteks hadisnya berbunyi: “Jika kamu berkata kepada temanmu, “Diamlah” sementara imam sedang berkhutbah di hari jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Artinya bila imam tidak sedang berkhutbah; seperti saat sedang naik mimbar atau saat duduk antara dua khutbah, maka dibolehkan bagi Anda apa yang dilarang dalam hadiss tersebut.

(Tulisan ini adalah rangkuman faidah dari kajian Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad hafizhahullah, saat membahas Kitab Al-Jum’ah dari Shahih Muslim, di Masjid Nabawi Asy-Syarif)

____

Madinah An-Nabawiyyah, 11 Muharram 1436

Penulis: Ahmad Anshori

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Editor: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Mari Belajar Adab



Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah menceritakan perkataan Imam Abu Muhammad Ibn Abi Zaid, seorang Imam mazhab Maliki di zamannya, Beliau mengatakan, “Inti dan kunci dari adab yang baik terdapat dalam empat hadits Nabi berikut :

Pertama, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

( مَنْ كَانَ يُؤمنُ باللهِ واليومِ الآخر فليَقُلْ خيراً أو ليَصْمُتْ )

“Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam” (H.R Bukhari dan Muslim)


Kedua, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

( مِنْ حُسْنِ إسلامِ المَرءِ تَركُهُ ما لا يَعْنِيهِ )

“Diantara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat” (H.R Tirmidzi, hasan)

Ketiga, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

( لا تَغْضَبْ)

Sabda Nabi kepada seorang yang meminta wasiat kepada beliau, kemudian beliau memberi wasiat singkat, “Jangan marah” Beliau sampai mengulanginya sebanyak tiga kali. (H.R Bukhari)

Keempat, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

( المُؤْمِنُ يُحبُّ لأخيه ما يُحبُّ لنفسه )

“Seorang mukmin itu menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri” (H.R Bukhari dan Muslim)

Hadits-hadits di atas banyak mengandung faedah tentang adab. Mari kita resapi dan pelajari maknanya, serta diamalkan dalam setiap aktifitas kita. Semoga bermanfaat.

(Sumber: Jami’ul ‘Ulum wal Hikam karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah)



Penulis: dr. Adika Mianoki
Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Muslim.Or.Id
Add to Cart View detail

Jumat, 27 Februari 2015

Pelajaran Strategi Bisnis dari Michael Porter

michael_porter

Strategic management atau manajemen strategi merupakan salah satu ranah disiplin ilmu yang populer dalam jagat manajemen. Setiap peserta program master of business strategy di segenap penjuru dunia pasti dengan tekun harus menjelajahi jurus-jurus yang ditampilkan dalam ilmu manajemen strategi.

Nah, dalam arena ilmu strategic management itulah, muncul sosok seorang guru yang amat berpengaruh. Namanya Om Michael Porter, yang mengajar di sekolah bisnis paling legendaris di dunia, Harvard Business School.

Bukunya yang bertajuk Competitive Analysis telah menjelma menjadi semacam primbon yang kudu ditelisik oleh Chief of Strategist pada beragam organisasi.

Pada pagi ini, kita akan mencoba berkelana dan menjelajah practical tool yang ditawarkan oleh Michael Porter melalui ilmu strategic management-nya.

Salah satu elemen utama yang muncul dalam buku Competitive Analysis, adalah apa yang kelak dikenal dengan Porter Five Forces Analysis – sebuah tool yang diayunkan untuk menelisik seberapa atraktif sebuah bisnis – dan apakah kita layak menekuni bisnis itu atau tidak.

Saya akan menggunakan pendekatan five forces itu untuk membedah sebuah kasus bisnis yang konkrit yakni bisnis/industri kreatif pembuatan busana muslim perempuan (sebuah jenis bisnis yang kini tengah meledak ditengah “bangkitnya kesadaran mode kaum kelas menengah muslimah Indonesia”).

Elemen five forces pertama adalah: rivalries within industry. Elemen ini menelisik sejauh mana level kompetisi antara key players dalam industri itu.

Kalau kita mengambil kasus industri busana muslimah, maka kita bisa segera bilang bahwa inilah salah satu bisnis yang sangat crowded dengan ratusan kompetitor. Ragam-nya merentang mulai dari busana kelas murahan a la Tanah Abang hingga high end product layaknya merk Shafira yang di-besut perancang beken Fenny Mustafa (tempo hari saya diundang oleh Shafira untuk menjadi konsultannya, dan wow, betapa besar pabrik yang mereka miliki).

Pendeknya, rivalitas antar pemain dalam industri ini amatlah keras dan relatif brutal. Tanpa kekuatan diferensiasi produk yang menjulang, bisnis di bidang ini bisa segera membuat Anda terjungkal di kolong arena.

Elemen kedua: entry barrier. Elemen ini mau melihat sejauh mana tingkat kesulitan untuk masuk dalam industri tertentu.

Again, industri busana muslimah kelihatannya mudah dimasuki, namun sejatinya rumit. Yang paling utama, ini adalah jenis industri kreatif – dan saya harus mengatakan menjalani industri kreatif itu teramat melelahkan.

Kreativitas kelihatannya sebuah kosa kata yang indah dan mengundang gairah. Namun menjalaninya dengan tekun sungguh amat menguras energi.

Semakin sulit industri Anda dimasuki orang lain, maka semakin bagus. Artinya bisnis Anda tidak mudah diganggu oleh para pesaing baru.

Elemen ketiga: buyer power. Sejauh mana para pembeli atau konsumen memiliki kekuatan untuk menekan produsen.

Dalam kasus bisnis busana muslimah, kita melihat pembeli tidak memiliki kekuatan yang begitu kuat untuk mendesakkan kepentingannya. Segmen pembeli dalam industri itu juga terentang luas: mulai dari yang ingin beli sebuah blouse dengan harga 70-an ribu hingga mereka yang dengan enteng mengeluarkan 1 juta per potong.

Elemen keempat adalah: supplier power. Industri ini sangat tergantung pada supplier bahan baku yang dikendalikan oleh beberapa big players.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh produsen busana muslim jika harga bahan baku mengalami kenaikan. Apalagi jika produsen itu telah memiliki standar mutu bahan baku yang tinggi dan hanya bisa di-penuhi oleh sedikit supplier.

Elemen terakhir adalah: threat of subtitutes. Atau sejauh mana ancaman datang dari produk pengganti (subtitusi).

Segmen pengguna busana muslimah adalah unik, dan mereka tidak bisa pindah dengan mudah ke jenis busana lain (misal busana blazer yang seksi, atau apalagi dengan rok mini yang ketat).

Pendekataan five forces ini bisa Anda gunakan juga sebagai semacam alat analisa jika kelak Anda ingin membuka bisnis baru (atau membangun bisnis sendiri).

Setidaknya dari lima elemen diatas, Anda bisa memetakan apa saja yang kudu disiapkan. Dengan itu, maka strategi bisnis yang akurat bisa diracik dengan mantap.

notes: tulisan ini pertama kali di muat di blog Strategimanajemen.net dan dimuat ulang dengan seizin penulisnya. Add to Cart View detail

Latte Factor: 8 Kebocoran Uang Yang Tanpa Sadar Sering Orang Lakukan

latte_factor

Kesalahpahaman terbesar banyak orang tentang membangun kekayaan adalah bahwa kaya merupakan akumulasi dari uang yang bisa kita hasilnya. Pada kenyataannya, menjadi kaya lebih cenderung karena kebiasaan belanja kita.

Kebanyakan orang tidak menyadari berapa banyak uang yang mereka keluarkan; bukan pada belanja besar, tetapi pada belanja kecil yang diakukan setiap hari.

David Bach, seorang penulis keuangan, mengistilahkan hal ini sebagai Latte Factor; angka kecil yang kita habiskan (tanpa sadar) di sana-sini.

Jika kita bisa memindahkan biaya Latte Factor ini menjadi tabungan atau diinvestasikan, maka kita bisa membangun kekayaan lebih cepat dari yang kita bayangkan.

David mencoba melakukan pelacakan terhadap Latte Factor ini pada ratusan orang (di Amerika) dari semua latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda.

Berikut adalah 8 kebocoran uang yang tanpa sadar sering dilakukan:

#1. Makan di Luar
Warga Amerika pergi keluar untuk makan siang rata-rata dua kali seminggu dan rata-rata menghabiskan $ 232 (sekitar 2.9 juta rupiah) setiap bulan makan makanan yang disiapkan di luar rumah.

Di Jakarta, kondisinya kemungkinan besar mirip; rata-rata 2x/pekan makan di luar bersama keluarga dengan rata-rata sekali makan 300rb. Total tidak kurang dari 2jt sebulan.

Akumulasinya mulai dari makan siang keluarga, makan dengan rekan bisnis, beli kudapan ketika lewat McD, mampir Indomart/Alfamart, pulang kantor sembari menenteng Pizza, dlsb.

Kita tidak pernah membuat semua pembelian tersebut pada hari yang sama, tetapi selama 30 hari, angkanya pasti makin membesar tanpa sadar.

#2. Ngopi/Ngafe
Ngopi di kafe memainkan peranan penting dalam menjalin relasi di seluruh Amerika Serikat dan juga termasuk di Indonesia. Tapi jarang sekali kita menyadari betapa banyak uang yang kita habiskan untuk hal ini.

Warga Amerika rata-rata menghabiskan hampir $15 seminggu pada kopi atau $1.100 per tahun. Sampai di Indonesia (Jakarta), menjadi sekitar 1 juta per bulan.

Jika diakumulasi baru terasa besarnya. Bayangkan jika 1 juta per bulan bisa kita tabung atau belikan emas, dalam satu tahun kita bisa mengumpulkan sekitar LM 25gr emas.

#3. Buku dan Majalah
Membaca itu penting dan kita mendorong banyak orang untuk banyak membaca. Namun jika Anda pembaca produktif, Anda mungkin tidak menyadari berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk belanja buku dan majalah (printed/digital).

Pembeliannya memang kecil, namun sering dan konsisten dan pada akhirnya terakumulasi menjadi besar. Tidak jarang orang yang mencoba menhitung pengeluaran untuk membaca ini menjadi terkejut berapa banyak pendapatan mereka dihabiskan disana .

Untuk mengurangi pengeluaran pada area ini kita bisa memanfaatkan perpustakaan umum. Solusi lain adalah untuk menemukan sekelompok teman-teman atau keluarga yang secara teratur saling bertukar dan meminjam buku satu dengan sama lain.

#4. Tagihan Layanan yang Kurang Berguna
Membayar tagihan layanan tanpa pernah secara teliti menelaah dan mengevaluasinya menjadikan kita berlebihan dalam membayar.

Apakah Anda menonton semua chanel TV kabel langganan dan apakah Anda membayar untuk itu? Kapan terakhir Anda memanfaatkan telepon rumah dan perhatian dengan paket bayarannya?

Mengambil beberapa menit untuk melihat kembali tagihan Anda dan bertanya pada diri sendiri apakah Anda membutuhkan semua layanan tersebut bisa membuat Anda menghemat pengeluaran setiap bulan.

#5. Biaya Administrasi Bank
Ketika kita tidak meluangkan waktu untuk melihat kembali laporan rekening bank, kita sering tanpa sadar membayar terlalu banyak atas biaya administrasi bank.

Fee based transaction menjadi profit center bagi bank yang seringkali kita tidak cukup perhatian untuk menghitungnya; tarik tunai bank A dari ATM bank B, transfer antar bank, membayar tagihan-tagihan, dlsb.

Luangkan waktu untuk melihat rekening koran Anda dan temukan cara bagaimana kita bisa lebih efektif dalam membayar biaya administrasi bank ini.

#6. iTunes/PlayStore
Sebagian besar dari kita memiliki smartphone di mana kartu kredit kita secara otomatis terkait dengan sebuah toko online (iTunes/PlayStore). Hal ini mendorong kita untuk lebih mudah menekan tombol “Beli”, menjadikan kita impulse buyer, toh nilai pembeliannya tidak seberapa, cuma $1.

Lagu baru, aplikasi atau games yang menarik, buku atau majalah yang menggoda untuk dbaca, dlsb. Tanpa kita sadar, akumulasi tagihannya membuat kita terpengarah ketika waktunya tiba untuk membayar.

#7. Tiket Lotere
Lotere dan judi haram dan dilarang di Indonesia.

Di negara yang melegalkan lotere, seperti di Amerika, banyak orang yang sekilas merasakan harapan ketika membeli tiket lotere ketika mereka tengah dalam kondisi struggle secara finansial.

Nilai pembelian tiketnya memang kecil $2-$5, namun ilusi harapan yang muncul membuat banyak orang Amerika jadi terus menerus membelinya. Ilusi seperti ini hanya membuat kondisi makin kacau.

#8. Belanja Online
Awal mulanya dari belanja barang seharga puluhan ribu, kemudian menjadi barang senilai ratusan ribu dan tanpa sadar dilakukan berulang-ulang dalam sebulan.

Belanja online ini nampaknya kecil dan tidak signifikan, namun seiring waktu impulse buying ini membesar angkanya menjadi sangat signifikan. Latte factor.

Cara paling efektif untuk menemukan Latte Factor dalam pengeluaran kita adalah dengan mencatat seluruh pengeluaran kita (kecil/besar), memeriksanya secara detil. Coba lakukan ini selama 1 bulan, lebih bagus jika bisa dilakukan selama 3 bulan. Nanti akan terlihat pada area mana Anda ‘lemah’.

Perhatikan kebocoran kecil, cegah bocor kecil ini menjadi banjir bandang. Dan pada akhirnya akan banyak pengeluaran yang bisa Anda switch menjadi tabungan atau investasi yang lebih menjanjikan untuk masa depan.

Selamat mencoba! Add to Cart View detail

9 Hal Berbeda Yang Orang Kaya Lakukan Setiap Hari

different_rich_people

Anda ingin kaya? Kalau jawabannya iya, maka Anda perlu mempelajari berbagai kebiasaan para orang kaya berikut ini. Karena ternyata para orang kaya ini melakukan beberapa hal yang tidak dilakukan oleh orang orang pada umumnya. Atau dengan kata lain mereka melakukan lebih banyak dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Dan yang mereka lakukan ini telah menjadi kebiasaan. Karena bagi mereka, apa yang kita lakukan hari ini atau kebiasaan sehari-hari kita maka itu yang akan menjadi penentu utama dari kekayaan kita.

Thomas Corley , penulis buku “Rich Habits: The Daily Success Habits Wealthy Individuals” mengatakan bahwa kebiasaan itu seperti bola salju; kita membangunnya lalu menggelinding menjadi besar dan kemudian kita menjadi sukses.
Corley menghabiskan waktu lima tahun untuk mempelajari kehidupan orang-orang kaya dan orang-orang miskin di Amerika. Corley mencoba membagi kelompok, dengan apa yang dia sebut “kebiasaan kaya” dan “kebiasaan miskin”.

Corley menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebiasaan kaya dan beberapa kebiasaan miskin. Kuncinya adalah untuk melakukan lebih dari 50% kebiasaan kaya.

Apa saja hasil penelitian Corley terkait kebiasaan orang kaya yang mereka lakukan sehingga hal tersebut begitu berpengaruh?


1. Mereka selalu fokus & selalu punya tujuan

“Orang kaya fokus pada tujuannya setiap hari.”

Orang-orang kaya tidak hanya menetapkan tujuan tahunan dan bulanan saja , tetapi sebanyak 67 % dari mereka menempatkan tujuan tersebut secara tertulis .

Orang kaya mengatakan keinginan bukanlah tujuan. Tujuan yang sebenarnya adalah jika memiliki dua hal : Jika telah dicapai dan ada tindakan fisik yang dapat Anda ambil untuk mengejar tujuan itu.

2. Mereka tahu apa yang harus dilakukan hari ini
67 % dari mereka menyelesaikan 70 % atau lebih tugas-tugas yang tercantum pada perencanaan mereka setiap harinya.

3. Mereka tidak menonton TV berlebihan
Hanya 6 % dari orang kaya yang menonton reality show, dibandingkan dengan 78 % dari orang miskin yang tidak bisa lepas dari acara itu.

“Variabel umum di kalangan orang kaya adalah bagaimana mereka menggunakan waktu mereka secara produktif ,” jelas Corley.

Mereka bukan menghindari menonton TV, tapi mereka hanya tidak berpikir tentang menonton TV. karena mereka memiliki disiplin waktu untuk menjadikan diri mereka manusia yang unggul dan mereka menyibukkan dirinya dengan kebiasaan lain, misalnya membaca.


4. Mereka membaca, tapi tidak untuk bersenang-senang
Tentu , orang-orang kaya suka membaca , tapi yang mereka baca adalah buku nonfiksi – khususnya buku pengembangan diri .

“Orang kaya rakus membaca tentang bagaimana untuk memperbaiki diri , ” kata Corley.

Bahkan, 88 % dari mereka membaca untuk perbaikan diri selama 30 menit setiap hari, dibandingkan dengan 2 % dari penduduk miskin yang bisa dibilang tidak punya waktu untuk membaca.

5. Plus, mereka menyukai buku audio
Orang kaya selalu mendengarkan buku audio selama perjalanan untuk bekerja. Mereka ‘lapar’ dan antusias terhadap hal-hal baru yang bisa mereka dengarkan melalui audiobook.

6. Jam kerja mereka melebihi orang-orang dikantor
Ini perlu dicatat, bahwa 86 % dari orang-orang kaya bekerja rata-rata 50 jam atau lebih dalam seminggu , hanya 6 % dari orang-orang kaya yang disurvei menemukan diri mereka tidak bahagia karena pekerjaan.

Dengan kata lain, orang kaya mencintai dan passion terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka do the extra miles.

7. Mereka tidak berharap untuk memenangkan undian/lotre
Bandingkan dengan orang miskin yang setiap harinya berjudi dengan lotre, berharap menang dan menjadi kaya. Orang kaya selalu bermain aman dan sangat bijak dalam pengeluaran uang mereka.

8. Mereka sangat peduli dengan kesehatan
Orang kaya menghargai dan peduli terhadap kesehatan mereka. Mereka berolahraga rutin setiap hari. Mereka concern terhadap ukuran lingkar perut mereka. #uhuk

9. Dan mereka perhatian terhadap senyum mereka setiap hari
Menjadi kaya adalah akumulasi kebiasaan dan tindakan yang menjadikan kita pantas untuk kaya, bukan sekedar banyaknya harta.

Sumber : http://odnv.co.id/
Add to Cart View detail

8 Alasan Positif Mengapa Anda Harus Gagal (sebanyak mungkin) Dalam Bisnis


Kita tidak bisa belajar berjalan tanpa jatuh kan? Tapi setiap kali Anda jatuh, kemudian Anda memilih berdiri, membersihkan debu dari pantat Anda dan mencoba berjalan lagi – itulah yang orang-orang sukses lakukan!

Zig Ziglar mengatakan, “Failure is an event, not a person”, kegagalan adalah sebuah peristiwa, bukan seseorang.
Tidak ada yang salah dengan Anda. Jika Anda telah gagal , itu hanya sebuah indikasi bahwa pendekatan Anda salah dan Anda dapat melakukan lebih baik di masa depan.

Jika Anda takut gagal, maka Anda tidak akan pernah mendapatkan inspirasi positif yang akan mendorong Anda untuk sukses dalam hidup.

Mari kita lihat beberapa alasan mengapa kegagalan adalah hal yang baik:

1. Anda Akan Menganalisis Potensi Sejati Anda
Anda tidak akan pernah tahu apa yang Anda benar-benar mampu kecuali Anda gagal. Ketika Anda gagal untuk mencapai tujuan Anda, Anda akan dimasukkan kedalam upaya lebih untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Dan ini akan membuat Anda mengamati apa yang Anda benar-benar dapat lakukan dan bagaimana Anda dapat memaksimalkan potensi sejati Anda.

Ketika Anda gagal, maka sesungguhnya itu membantu Anda menemukan kesalahan-kesalahan Anda. Anda hanya perlu mengambil pendekatan yang tepat untuk mengamati kesalahan Anda dan melakukan yang terbaik untuk menghindari kesalahan di masa depan.

Itulah yang selalu para pemenang lakukan!

2. Anda Akan Belajar Mencari Alternatif
Kegagalan memberi Anda kesempatan untuk mewujudkan cara-cara alternatif untuk mendapatkan tujuan Anda. Kita hanya perlu visi yang tepat dan pola pikir yang positif.

Kegagalan yang Anda alami justru memberitahu Anda bahwa Anda telah mengikuti jalan yang salah dan strategi Anda adalah cacat. Belajar dari kegagalan adalah cara terbaik untuk memperluas perspektif Anda. Kita belajar untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif dan lebih baik, dan hal ini akan membuat Anda belajar untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan Anda.

3. Anda Akan Mendapatkan Kesempatan Lain Untuk Sukses
Orang-orang yang menyerah setelah gagal secara otomatis akan “kalah” dan cenderung takut untuk memulai. Kegagalan dapat mengajari Anda memilih cara terbaik dan tepat yang harus Anda ikuti untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Plus, setelah Anda gagal maka Anda lebih tahu apa kesalahan untuk menghindarinya dan itu memberikan keuntungan tambahan bagi Anda.

4. Anda Akan Belajar Dan Tumbuh
Kita tidak bisa belajar dan tumbuh tanpa kesalahan – karena kita manusia. Seekor burung belajar terbang setelah jatuh satu juta kali – tapi tidak pernah menyerah.

Dan itulah contoh yang tepat dan kita semua harus mengikuti. Gagal sekali tidak berarti Anda akan gagal setiap kali.

Ini adalah cara terbaik untuk mengeksplorasi kemampuan Anda dan belajar untuk membuat sesuatu yang lebih baik lagi.

5. Anda Akan Belajar Menemukan “Siapa Teman Sejati Anda”
Kegagalan akan memberitahu kepada kita siapa teman-teman kita yang sebenarnya; yakni teman-teman yang membangkitkan kita ketika kita kecewa gagal dan perlu dihibur. Hanya teman sejati Anda yang akan memotivasi Anda dan membuat Anda merasa lebih baik .

Intinya, jika seorang teman Anda memotivasi Anda dan membantu Anda disaat Anda membutuhkan, maka dialah teman; sesorang yang dapat diandalkan ketika kita tengah dalam kesulitan.

6. Anda Akan Tetap Jauh Dari Arogansi
Sukses sering membuat orang bangga dan sombong. Tapi kegagalan memberi tahu bagaimana rasanya ketika usaha Anda berakhir sia-sia dan Anda tidak berhasil.

Kita tahu bagaimana kritik dan umpan balik negatif dari orang-orang dapat mengacaukan Anda. Kegagalan mengajarkan Anda untuk menjadi rendah hati bahkan setelah mendapatkan semua kesuksesan di dunia.

7. Anda Akan Menemukan Gairah Anda
Untuk menjadi sukses, Anda perlu tahu apa gairah Anda? Kegagalan dapat membantu Anda menganalisis kemampuan dan minat.

Setiap orang memiliki / kekuatann dan kelemahan, dan kegagalan dapat membantu Anda memahami siapa Anda sebenarnya dan apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup!

8. Anda Akan Menemukan Arah Yang benar!
Anda perlu sesuatu untuk mendorong Anda dan memotivasi Anda untuk memberikan pertunjukan terbaik, dan kegagalan benar-benar bisa melakukannya.

Kuncinya adalah belajar dari kesalahan Anda. Tidak ada yang merasa malu tentang kegagalan. Semua orang gagal, itu adalah bagian dari tumbuh dan belajar. Tapi mereka yang gagal dapat mengeksplorasi dan belajar lebih dari yang lain.

Semua penemuan besar adalah hasil dari serangkaian usaha yang gagal. Einstein tidak sampai pada teori relativitas dalam perjalanan pertama.

Sejarah penuh dengan kisah-kisah yang luar biasa dari orang-orang sukses yang gagal tetapi mereka tidak pernah menyerah! Jangan biarkan kegagalan Anda membawa Anda ke bawah, tapi jadikan kegagalan sebagai kunci meraih keberhasilan.

Selalu ada sesuatu yang dapat Anda pelajari dari kesalahan Anda. Jangan buang waktu Anda hanya dengan menangisi sebuah kegagalan. Anda hanya perlu belajar untuk segera pulih dari kegagalan Anda dan mencobanya lagi.

Anda pasti akan berhasil! ;)

sumber : http://odnv.co.id/8-alasan-positif-mengapa-anda-harus-gagal-sebanyak-mungkin-dalam-bisnis
Add to Cart View detail

7 Alasan Kita Membeli Barang Melebihi dari Yang Kita Butuhkan

Hasil gambar untuk motivasi usaha islami


Di Amerika, rata-rata ukuran rumah telah berkembang dari luas 1.000 kaki persegi (sekitar 93 m2) menjadi hampir 2.500 kaki persegi (sekitar 232 m2). Laporan juga menunjukkan warga Amerika mengkonsumsi dua kali lebih banyak barang-barang material hari ini dibandingkan seperti yang mereka lakukan 50 tahun yang lalu. Dan rata-rata mempunyai akumulasi hutang kartu kredit sekitar $15.000.

Saya belum menemukan data pastinya, namun dilihat dari makin macetnya jalanan Jakarta, makin tingginya harga properti dan makin ramainya pusat-pusat perbelanjaan, apa yang terjadi di Amerika juga terjadi di Indonesia; lonjakan pembelian barang yang melebihi kebutuhan.

Lalu pertanyaannya, “mengapa kita membeli barang-barang melebihi daripada yang kita butuhkan?”

Apa yang memaksa seseorang untuk menghabiskan uang pada hal-hal yang (sesungguhnya) tidak diperlukan?

Jika pertanyaan ini bisa kita jawab, kita bisa lebih mudah membebaskan hidup kita dari hal (pemborosan) tersebut dan mengalihkanya pada hal yang lebih penting.

Joshua Becker, seorang penggiat hidup minimalis, menuliskan (setidaknya) ada 7 alasan, Joshua mengistilahkan sebagai kebohongan berpikir, kenapa kita membeli barang-barang melebihi daripada yang kita butuhkan.

1. Kita pikir hal itu akan membuat kita aman
Logika berpikir kita berjalan seperti ini: jika memiliki beberapa harta benda membuat kita merasa aman (rumah, pakaian,mobil),maka memiliki kelebihan pasti akan menghasilkan keamanan yang lebih.

Setelah kebutuhan mendasar mampu kita penuhi, rasa aman yang ditimbulkan dari kepemilikan harta dan benda fisik sebenarnya jauh lebih stabil dari yang kita percaya. Benda-benda ini bisa rusak, memudar dan binasa; mereka dapat menghilang lebih cepat dari yang kita sadari.

2. Kita pikir hal itu akan membuat kita bahagia
Seringkali cara pandang kita tentang kebahagiaan itu selalu di identikan dengan jumlah kekayaan yang kita miliki, misalkan: rumah mewah, mobil besar, gadget keluaran terbaru, dan banyak lagi.

Sayangnya kebahagiaan yang semacam itu hanya kebahagiaan yang semu, karena kebahagiaan yang sebenarnya adalah saat kita bisa menikmati dan mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

3. Termakan oleh iklan (yup, kita memang rentan terhadap iklan)
Rata-rata, kita disuguhkan sekitar 5000 iklan setiap hari; iIklan di TV, koran, website bahkan di media sosial sekalipun. Setiap iklan membawa pesan yang sama; kita akan menjadi pribadi yang lebih baik apabila membeli apa yang mereka jual.

Pesan ini membombardir kita, lalu pikiran bawah sadar kita mulai mempercayai pesan ini. Kita memang lebih mudah terpengaruh oleh iklan melebihi dari yang kita bayangkan.

4. Kita pikir hal itu akan membuat orang lain terkesan
Banyak di kalangan orang kaya saat ini, mereka yang merdeka secara financial, dengan alasan gengsi atau karena ingin di pandang oleh lingkunganya, berlomba untuk menampilkan kekayaan dan keberhasilan keuangannya pada lingkungan sekitarnya. Sikap seperti inipun tanpa sadar menular pada diri kita.

‘We buy things we don’t need with money we don’t have to impress people we don’t like.’ – Dave Ramsey
5. Kita teperangkap perasaan iri terhadap orang-orang yang memiliki lebih
Rasa iri terhadap kelebihan orang lain menjadi hal yang wajar saat ini . Ketika kita melihat orang lain membeli, memakai, dan mengenakan sesuatu. Masyarakat kita terdorong untuk menjadi pesaing.

Dan terlalu sering, kita membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu perlu hanya karena orang-orang yang ada di lingkungan kita telah melakukan hal yang sama. Latah secara irasional.

Budaya yang seperti ini hanya akan membuat kita keliru mendefinisikan kesuksesan sejati.

6. Kita pikir hal itu bisa untuk menutupi kekurangan
Kita keliru mencari kepercayaan pada pakaian yang kita pakai atau mobil yang kita kendarai. Kita berusaha untuk menghibur diri dari kerugian, kesepian, atau sakit hati dengan membeli barang-barang yang tidak perlu.

Kita mencoba untuk mengesankan orang lain dengan hal-hal yang melebihi dari kita sesungguhnya. Namun kegiatan ini tidak akan pernah sepenuhnya menutupi kekurangan. Kita seperti tengah membohongi diri kita sendiri.

7. Kita lebih mementingkan diri sendiri (melebihi dari apa yang selama ini kita sangka)
Manusia memang egois dan tamak. Sifat ini mendorong manusia untuk mempunyai yang lebih dan lebih, melebihi dari yang dibutuhkan. Sayangnya, keegoisan seperti itu terus tumbuh di muka bumi ini, dan kitalebih sering kalah dalam peperangan mengendalikannya.

Kelebihan harta tidak memperkaya kehidupan kita. Pada kenyataannya, membeli hal-hal yang tidak perlu menjauhkan kita dari hal-hal yang lebih bermanfaat untuk kehidupan kita. Kita harus lebih waspada dan lebih bijaksana untuk mengatasi itu.

“There is more joy to be found in owning less than can ever be discovered in pursuing more.” – Joshua Becker Add to Cart View detail

Kamis, 26 Februari 2015

Tiga Faktor Dasar Sebab UKM Gagal




Posted by Omega Accounting

Tahukah anda bahwa hasil survei bisnis di dunia baru-baru ini mengejutkan para pebisnis awam, hasil survei menunjukkan bahwa 80% bisnis pemula pailit dalam waktu kurun 5 tahun. 5 tahun berikutnya 80% dari 20% (sisa tersebut) turut gulung tikar, yang artinya dalam waktu kurun 10 tahun hanya 4% pebisnis yang bertahan. Fakta ini terjadi di seluruh dunia.

Ada 3 faktor mendasar yang wajib anda perhatikan sebagai sumber penyebab terjadinya kegagalan, khususnya dalam hal ini bagi pelaku wirausaha dan UKM. Ketika anda mulai merintis menjalankan sebuah usaha dan kemudian usaha tersebut tidak berjalan sesuai dengan yang anda perkirakan sebelumnya, maka hampir bisa dipastikan penyebabnya adalah salah satu atau ketiga faktor dibawah ini:

45% UKM Gagal Karena Kurangnya Pemahaman Teknik Dasar Pemasaran
Mungkin anda memiliki produk yang sangat dibutuhkan masyarakat luas, sebuah produk yang pasti akan laris di pasaran karena menjadi solusi untuk mengatasi masalah tertentu. Andapun telah mengantongi target market yang jelas kemana produk itu akan dipasarkan. Namun saat menjual produk tersebut ke pasaran, muncullah masalah diluar perkiraan Produk tidak laku dan target penjualan tidak tercapai. Ternyata promosi yang anda lakukan tidak dipahami oleh calon pelanggan potensial anda.

Kenapa bisa terjadi? Karena kebanyakan pelaku bisnis UKM kurang menguasai 3 hal dasar yang penting dalam pemasaran. yaitu Interrupt, Educate dan Offer.

1. Interrupt ( cari perhatian ) Pertama anda harus bisa menemukan cara untuk mendapatkan perhatian dari target market, ini bisa dilakukan dengan iklan yang sedikit nyleneh atau apapun yang terpenting produk anda mendapat perhatian calon pelanggan.

2. Educate ( beri informasi yang jelas) Kemudian setelah berhasil mengInterrupt, Anda harus menginformasikan kepada mereka manfaat dan keunggulan produk atau layanan anda dengan cepat, singkat dan jelas. Berikan informasi tentang apa yang anda lakukan atau produk Anda. Bagaimana produk tersebut berharga untuk hidup mereka.

3, Offer ( penawaran ) Setelah anda merasa berhasil mencapai dua yang pertama, sekarang saatnya untuk memotivasi mereka ke dalam tindakan untuk membeli produk tersebut. Buat konsep strategi penjualan yang unik, sistematis, mudah dan berbeda dari kompetitor pesaing anda. Jangan lupa tambahkan jaminan atau garansi yang membuat calon pelanggan makin nyaman.

35% Gagal Karena Lemahnya Kemampuan Manajemen

Kemampuan Manajemen ibarat markas komando dalam sebuah pertempuran, disinilah semua alur strategi dan taktik untuk memenangkan pertempuran dikendalikan. Lemahnya kemampuan manajemen atau menerapkan strategi yang tidak tepat sasaran akan mengakibatkan tidak efektifnya penjualan, dan bila tidak segera diperbaiki maka lambat laun akan berakibat pada kegagalan bisnis. Manajemen yang dimaksud mencakup manajemen operasi, manajemen keuangan,manajemen informasi serta sumber daya manusia.

Untuk menjalankan konsep pemasaran yang tepat dan mengelola dana secara efisien maka sangat dibutuhkan sebuah dukungan manajemen yang baik. Carilah sistem yang paling efektif dan efisien, kembangkan dan revisi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu agar menjadi sebuah standar dalam pelayanan. Bila memiliki bawahan dalam menjalankan usaha, terapkan sistem tersebut dan terus monitor pelaksanaannya agar kualitasnya selalu terjaga, misalnya bisa dengan membuat sistem Reward and Punishment sehingga bawahan selalu termotivasi dalam bekerja. Gunakan teknologi informasi untuk mencatat dan mengendalikan administrasi dan keuangan. Kerapkali UKM mengabaikan manajemen informasi mengingat skala bisnisnya masih kecil. Namun, berjalannya waktu skala bisnis yang tumbuh semakin besar menjadi tidak efisien dalam hal pelaporan dan pencatatan. Kerapkali keputusan menjadi salah akibat informasi yang tidak akurat dan lambat. Administrasi hutang piutang yang kacau menjadi ancaman serius bagi UKM.

Untuk mendapatkan kemampuan manajemen yang baik tidak harus selalu melalui tahap pendidikan yang formal saja, tapi dapat juga diperoleh dengan menerapkan kedisiplinan diri, memperluas wawasan dan mempertajam intuisi anda.

20% Gagal Karena Terbatasnya Sumber Dana
Kebutuhan arus kas merupakan masalah besar bagi sebagian besar pemilik usaha kecil. Jika Anda tidak berhasil menjual apa-apa maka roda usahapun akan langsung terkena imbasnya. Mendapatkan dan mempertahankan angka penjualan adalah darah kehidupan dari setiap bisnis. Ketika anda dalam keadaan tertekan lalu mencurahkan segala upaya untuk mengejar target penjualan, hal tersebut akan menyita waktu, membuat anda mudah kehilangan fokus dan mengganggu keseimbangan usaha secara keseluruhan.

Karena itu, janganlah langsung memasang target yang spektakuler namun mulailah dengan membina hubungan baik dengan pelanggan. Anda bisa membangun jaringan kerja melalui daftar pelanggan yang ada saat ini. Ini bisa menjadi cara tercepat dan paling murah untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan baru dengan dasar rekomendasi dari pelanggan lama. Rekomendasi adalah prospek termudah untuk mengubahnya menjadi penjualan, anda bisa memberi diskon atau point reward sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan lama yang berhasil meningkatkan penjualan lewat rekomendasinya. Jaringan ini akan bekerja baik, terutama ketika anda tahu bagaimana menerapkan Take and Give dengan baik pula. Kembangkan teknik yang paling efektif ini untuk mendongkrak penjualan sambil terus berpikir inovatif untuk menemukan formula-formula baru yang bisa diterapkan.

Itulah bahan evaluasi yang dapat diterapkan dalam menjalankan usaha anda agar dapat terhindar dari kegagalan bisnis, semoga bermanfaat!
Add to Cart View detail

Tips Manajemen Waktu Bisnis Yang Efektif




Posted by Omega Accounting

Belajar untuk mengelola tim secara efektif akan mengubah bisnis menjadi organisasi profit dan mengharuskan anda untuk menyerap banyak keterampilan dan bekerja pada beberapa hal seperti memimpin sebuah tim, mengelola karyawan, dll. Kita akan membahas lebih banyak tentang bagaimana anda dapat belajar untuk mengelola bisnis.

Berikut beberapa tips manajemen waktu agar waktu anda dapat digunakan sebaik mungkin.

1. Catat semua pekerjaan yang harus anda lakukan beserta waktu yang akan dibutuhkan. Catatlah terlebih dahulu secara acak menurut yang paling anda ingat. Kalau daftar anda akan berjangka panjang misalnya bulanan, catat juga tanggalnya.

2. Setelah anda mencatat hal-hal yang harus anda kerjakan beserta waktu yng dibutuhkan untuk mengerjakannya, sekarang mulai pindailah daftar tersebut dari yang membutuhkan waktu paling lama. Kerjakan dulu yang membutuhkan waktu paling lama. Urutkan juga tanggalnya agar catatan anda rapi.

3. Pelajari proses bisnis Anda. Karena Michael Hummer terkenal dengan reengineering, maka dia selalu bilang bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari dia tahu dan ketemu dengan perusahaan Anda, hingga membayar semua barang yang telah ter-delivery. Maka kata proses menjadi kata kunci dan harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya.

4. Kalau perlu, batasilah suatu kegiatan agar anda bisa memiliki waktu untuk mengerjakan hal lain. Misalnya, berbelanja kebutuhan biasanya memakan waktu satu jam, anda bisa memangkasnya hingga setengah jam untuk mengefisienkan waktu.

5. Ukurlah kinerja Anda secara komprehensip. Apa saja bisa diukur dan tentukan tolok ukur yang tepat, karena kalau tidak ada tolak ukurnya kita tidak akan pernah tahu bahwa kita ini sudah bagus atau belum.

6. Jika masih ada waktu tersisa, masukkanlah sebagai waktu untuk beristirahat ke sela-sela waktu setelah anda melakukan pekerjaan berat dan menguras tenaga atau pikiran.

Dengan demikian anda akan tetap efektif dalam mengendalikan waktu dan sistem manajemen yang efisien. Anda juga harus memastikan untuk memasukkan tanggal pengecekan regular atas kemajuan dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

Dengan demikian anda akan mengendalikan kerangka waktu proyek. Bekerja dengan cara ini dan seluruh proyek akan terselesaikan dengan efisien. Anda akan tetap mengendalikan semua pekerjaan yang harus anda kerjakan dan memastikan bisnis tetap pada jalur untuk menghasilkan profit yang diharapkan. Add to Cart View detail

5 Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan

strategi pemasaran

“Tidak peduli kucing putih atau kucing hitam yang penting bisa menangkap tikus”.
Demikian juga dengan aliran marketing “Saya tidak peduli short selling atau hard selling yang paling penting penjualan meningkat dan berkelanjutan.”


Sebuah Intisari pelajaran marketing yang bisa kita pelajari dari orang-orang yang menginspirasi, khususnya bagi para pengusaha dengan tujuan ‘marketing’ (Menukarkan nilai tambah yang ada sebanyak mungkin pembeli, sesering mungkin sehingga pembeli untung dan penjual untung, maka dengan demikian untuk “Menukarkan” kita perlu “Menawarkan”). Yang paling terpenting dalam suatu bisnis itu bukan kantor, bukan teknologi, bukan produk ataupun jasa melainkan adalah ‘Penawaran’. Di dalam dunia marketing, Anda akan mengenal dua aliran yaitu aliran mengingatkan dan aliran menawarkan. Aliran mengingatkan atau bisa disebut dengan branding membutuhkan biaya iklan sangat besar dan sering kali tidak menghasilkan penjualan, aliran ini merupakan open marketing. Sedangkan aliran menawarkan akan mengajarkan Anda bagaimana biaya pemasaran dapat dibandingkan dengan hasil penjualan, aliran ini merupakan close marketing.

“Jangan terlalu sibuk pada teori marketing, fokus pada selling, laku tidak ? kalau laku itulah hasil marketing!”

Dalam menjalankan sebuah usaha bisnis, tentunya ada beberapa poin terpenting yang harus diterapkan selain dari kualitas dan pelayanan produk itu sendiri, yaitu ‘Pemasaran’. Teknik dan kemampuan dalam suatu pemasaran boleh dikatakan sebagai kunci keberhasilan dari penjualan suatu produk setelah anda memastikan produk anda memiliki kualitas yang baik, ciptakanlah teknik pemasaran yang baik dengan didukung oleh strategi pemasaran yang efektif.

Selain itu, segmentasi pasar juga merupakan salah satu elemen paling penting dalam suatu strategi pemasaran yang akan anda lakukan (bahkan terlalu penting) . Baiklah, akan saya coba terangkan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami apa itu segmentasi pasar. “Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif”. Anda masih bingung dengan pengertian segmentasi pasar diatas? Begini, salah satu efek apabila anda tidak mengetahui siapa segmentasi pasar yang tepat bagi produk anda adalah apa yang akan anda lakukan dan berapa biaya pemasaran yang sudah dikeluarkan akan menjadi sia-sia belaka, walaupun produk anda unik dan bernilai.

Contoh paling mudah mengenai segmentasi pasar adalah anda jual mobil BMW (product) dengan harga 750 juta (price) kemudian anda jual ke pengemis (targeting & segmentation). Walaupun BMW tersebut sudah anda diskon gila-gilaan sampai 75% (promotion), si pengemis tidak akan membeli. Kenapa? Karena itu bukan kebutuhan dia. Beda kalau anda jual ke segmentasi pasar pecinta mobil mewah, akan lain hasilnya.

Seperti yang telah dikemukakan diatas, bahwa langkah-langkah dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen tentang ‘Berapa Jumlahnya? ‘Bagaimana daya belinya? ‘Dimana tempat konsumennya? dan ‘Berapa permintaannya?’. Semua ini merupakan informasi yang sangat penting bagi pemasaran produk baru tergantung pada keadaan lingkungan persaingan pasar yang ada dari hari kehari. Baca juga Strategi Pemasaran dan Relevansinya dengan Kepuasan Pelanggan.

Berikut adalah 5 strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan:

1. Kenalilah Pelanggan Anda
‘Pelanggan adalah Raja’ Istilah tersebut memang benar, sang Raja sangat senang apabila dilayani dengan baik. Dia bahagia jika para pelayannya tahu apa yang dia inginkan. Terlebih lagi, jika sang Raja belum mengutarakan keinginannya, para pelayan sudah menyediakannya. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan baik? Kenalilah Pelanggan Anda. Lihatlah para pelayan Raja yang sangat cermat dalam memperhatikan tingkah laku sang Raja. Mereka tahu ciri-ciri Raja jika mengantuk, gelagat Raja jika dia lapar, dan sebagainya, sehingga dia bisa melayani berdasarkan data hasil pengamatannya dan menghasilkan pelayanan yang lebih akrab. Begitulah seharusnya seorang pengusaha, mereka harus mampu membaca profil para pelanggan mereka. Kemudian memberikan pelayanan yang sesuai dengan profil mereka masing-masing. Percayalah, pelanggan Anda akan jauh lebih loyal pada Anda.
2. Pilih Lokasi Yang Strategis
Faktor penting dalam strategi pemasaran lainnya adalah masalah pemilihan tempat. Anda perhatikan outlet atau toko roti Holland Bakery selalu berada di jalan yang sibuk di mana traffic lalu lalang orang sangat tinggi. Itu merupakan strategi mereka dalam membidik pelanggan potensial. Maka, usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis, agar kesempatan bisnis Anda untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka.
3. Menggunakan Internet Marketing
Salah satu strategi pemasaran yang sedang gencar dilakukan ialah internet marketing. Dengan menampilkan produk usaha anda pada situs jejaring sosial, maka anda dapat mengetahui bagaimana selera konsumen dan apa yang mereka butuhkan. Semakin hari aktivitas jual beli melalui online shop semakin marak dilakukan. Para konsumen cenderung ingin berbelanja dalam ruang yang lebih privat dan terhindar dari keramaian. Internet membuka pintu yang lebar bagi anda untuk berinovasi. Anda dapat menampilkan produk usaha anda pada website, blog, facebook, dan situs lainnya, dengan memasang foto-foto yang sekiranya dapat menarik konsumen. Dengan menggunakan internet marketing, anda juga dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu dengan kenyamanan-kenyamanan tersendiri kepada pelanggan.
4. Lakukanlah Promosi
Dalam rangka pengenalan produk bisa juga dilakukan secara aktif dan kontinyu sebuah perusahaan turut berpartisipasi dalam Event-Event Pameran dan Eksebisi diseluruh Wilayah Indonesia dengan tujuan kegiatan ini terbukti dapat meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap eksistensi perusahhan itu sendiri. Lakukanlah promosi secara rutin walaupun sekecil – kecil promosi karena dengan promosilah jualan akan terjadi dengan cara-cara kreatif sehingga para pelanggan tidak merasa bosan. Misalnya, setiap kali bepergian, bawalah brosur, pamflet, atau leaflet berisi produk bisnis Anda untuk dibagikan kepada rekan-rekan, atau Anda dapat menyebarkan brosur tersebut di tempat umum. Dengan berbagai usaha tersebut, dengan sendirinya Anda akan menemukan pelanggan yang membutuhkan produk yang Anda tawarkan. Jangan lupakan pula kehebatan word-of-mouth publicity, kekuatan promosi dari mulut ke mulut ini memang ajaib karena dapat menyebar dan menjaring pelanggan hingga berlipat-lipat. Oleh karena itu, siapkan diri Anda untuk membuat pelanggan lebih nyaman berbisnis dengan Anda. Pelanggan yang merasa puas dengan produk Anda akan menjadi pelanggan loyal yang dapat menarik pelanggan baru. Dengan promosi pulalah pelanggan akan tahu kewujudan anda walaupun anda baru atau lokasi kedai anda agak tersorok.
5. Menjalin Hubungan Dengan Pelanggan
Di era teknologi sekarang ini, dimana pelanggan tidak lagi hanya berhubungan dengan perusahaan tetapi juga dengan sesama pelanggan lainnya. Seorang Pelanggan yang kecewa bisa dengan mudah mengungkapkan rasa kecewanya melalui tulisan di blog ataupun melalui social media yang tentu saja akan cepat tersebar dan dilihat oleh pelanggan dan calon pelanggan lainnya, hal ini tentunya sangat merugikan perusahaan. Image baik yang sudah melekat selama bertahun-tahun di sebuah perusahaan mungkin saja bisa tiba-tiba menjadi sangat buruk karena dirusak oleh hal-hal yang mungkin dianggap sepele perusahaan. Oleh karena itu, biasanya beberapa perusahaan besar menjadikan hal ini sebagai prioritas utama. Maka, buatlah database pelanggan, masukkan data-data penting beserta kemajuan yang telah dicapai, hubungi mereka secara berkala dengarkan dan perhatikan kebutuhan pelanggan, dan informasikan pelanggan mengenai promo produk yang sedang berjalan serta berikan support yang terbaik. Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen merupakan kunci terakhir yang harus anda pegang untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

Kini, dengan ketatnya persaingan pasar saat ini, Anda harus dapat memenangkan pasar dengan strategi marketing yang tepat dan juga ide yang inovatif.

“Hal paling sulit adalah ketika memutuskan untuk bertindak, sisanya hanyalah keuletan. Ketakutan adalah harimau kertas. Anda bisa melakukan apa saja jika memutuskan untuk melakukannya. Anda yang bertindak untuk mengubah dan mengendalikan hidup Anda sendiri”
“Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah CINTAI apa yang anda LAKUKAN’”
Add to Cart View detail

Most View Product

Contact Online

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. TOKO SEPATU & SERVER PULSA "ANIS" TEGAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger